Jumat, 30 Oktober 2015

Singkong merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Keberadaan singkong bisa ditemui hampir di seluruh wilayah Indonesia. Singkong sendiri juga merupakan salah satu tanaman serbaguna yang kaya akan manfaat.
download
Mulai dari akar sampai daun singkong, semua bisa dimanfaatkan. Tak heran banyak orang yang suka dengan jenis tanaman ini. Singkong sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Namun ada satu jenis singkong yang terbilang populer di Indonesia, yakni singkong super yang memiliki akar besar.
Singkong yang satu ini biasanya dimanfaatkan untuk diolah menjadi berbagai macam panganan mulai dari kripik singkong sampai dengan tape singkong. Selain akarnya, daun singkong super bisa diolah menjadi sayur. Atau bisa juga dibuat sebagai pakan ternak mulai dari ikan sampai dengan bebek.
Budidaya singkong super sendiri sebenarnya terbilang mudah. Namun untuk memulai budidaya singkong, harus diperhatikan dahulu beberapa tahap pembudidayaannya, seperti:
  1. Syarat Tumbuh Singkong
Singkong merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan sedang, dan bersuhu sekitar 10 derajat celcius. Singkong juga baik dibudidayakan di daerah-daerah yang memiliki kelembaban 60 sampai 65 persen, dan disinari matahari setidaknya 10 jam dalam sehari.
Jenis tanah yang baik untuk budidaya singkong adalah tanah yang remah atau gembur dan tidak terlalu liat. Tingkat keasaman tanah yang bisa digunakan untuk budidaya singkong antara 4,5 sampai dengan 8. Rata-rata tanah di Indonesia memiliki PH 4 sampai 5,5.
  1. Pengolahan Tanah
Setelah mengetahui karakteristik dan syarat tumbuh pohon singkong, selanjutnya yang harus dilakukan adalah pengolahan tanah. Pengolahan tanah ini dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah tempat singkong tumbuh. Yang pertama kali harus dilakukan adalah melihat tingkat keasaman tanah. Apabila tanah terlalu asam bisa dilakukan pengapuran.
Setelah itu yang harus dilakukan adalah membersihkan tanah dari berbagai macam jenis tanaman pengganggu (gulma) yang nantinya bisa menghambat pertumbuhan singkong. Setelah itu langsung bisa dibuat bedengan untuk memudahkan penanaman bibit singkong. Ukuran bedengan bisa disesuaikan dengan berapa banyak singkong yang akan ditanam dan berapa luas lahan yang dimiliki.
  1. Persiapan Bibit dan Penanaman
Untuk bisa mendapatkan hasil yang unggul, maka diperlukan bibit yang unggul pula. Jadi bibit singkong sebaiknya dipilih dari indukan yang memiliki varietas unggul. Sedangkan untuk penanaman sendiri bisa dilakukan berdasarkan cuaca. Jika yang digunakan adalah lahan kering, sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan dengan jarak tanam 80 x 120 cm.
Disarankan sebelum bibit singkong ditanam, sebaiknya direndam dahulu dengan air yang dicampur pupuk hayati SOT HCS selama kurang lebih 3 sampai 4 jam. Penanaman bibit singkong adalah dengan cara meruncingkan ujung bawah bibit kemudian menancapkannya ke tanah sedalam 5 sampai 10 cm dengan perhitungan 1 per 3 dari panjang bibit tertimbun tanah.
  1. Perawatan
Perawatan yang harus dilakukan dalam proses budidaya tanaman singkong yang pertama adalah penyulaman untuk mengganti bibit yang mati dengan yang baru. Selanjutnya adalah penyangan untuk menghilangkan semua jenis tanaman gulma yang mengganggu. Pemupukan menggunakan pupuk kandang juga sangat diperlukan. Takaran pupuk sekitar 2 ton per hektar. Selain itu penyiraman secara rutin juga harus dilakukan pada saat musim kering.
  1. Panen
Panen bisa dilakukan 6 sampai 12 bulan tergantung jenis dan varietasnya. Panen dilakukan dengan cara mencabut batang singkong dari tanah kemudian mengambil singkong yang tertinggal dalam tanah.

Selasa, 27 Oktober 2015



Cara menanam singkong yang benar agar berbuah banyak - Singkong merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang kerap kita jumpai di daerah pertanian. Tanaman singkong merupakan bahan dasar pembuat tepung, dan juga banyak dikonsumsi sebagai bahan makanan bagi beberpa kalangan masyarakat seperti tiwul, singkong rebus, tape singkong, gatot, getuk, dan masih banyak lagi. Tanaman singkong mungkin tidak memiliki harga yang tinggi seperti tanaman pertanian lainnya seperti jagung namun bagi sebagian petani, tanaman singkong masih menjadi pilihan untuk dibudidayakan karena biaya perwatan yang cukup murah dibanding tanaman lainnya.
Beberapa keunggulan tanaman singkong dibanding tanaman pertanian lain adalah sebagai berikut:
  1. Daya tahan terhadap penyakit lebih kuat
  2. Dapat bertahan hidup pada cuaca panas
  3. Masa panen yang relatif lama sehingga bisa dijadikan untuk lumbung
  4. Hampir semua bagian dari singkong dapat dimanfaatkan
Singkong memiliki 2 jenis secara umum yaitu Singkong manis dan singkong pahit. Singkong manis dapat dikonsumsi atau dibuat makanan, singkong pahit harus hati-hati dalam mengolahnya. Jika tidak mengetahui cara mengolah yang benar, singkong pahit dapat meracuni karena kandungan sianida pada singkong.

Budidaya singkong dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan stek, namun biasanya yang dilakukan masyarakat adalah menggunakan metode stek batang. Untuk menanam singkong secara benar dapat dilakukan dengan beberpa cara berikut.

Siapkan Lahan
Untuk menghasilkan buah yang banyak dan berukuran besar, tanaman singkong harus memiliki ruang untuk akar-akarnya tumbuh. Oleh karena itu dalam menyiapkan lahan tanam harus dilakukan penggemburan. Penggemburran lahan tanam singkong dapat menggunakan cangkul (kapasitas tanam sedikit) atau menggunakan bajak/traktor (untuk kapasitas pertanian/industri). Lahan yang sudah digemburkan dapat ditaburi pupuk kandang untuk menambah unsur hara tanah dan menjadi nutrisi bagi tanaman untuk tumbuh subur. Tambahkan kapur jika tanah asam, karena singkong akan tumbuh baik pada derajat keasaman tanah netral (pH: 5-8)

Siapkan Bibit
dalam menyiapkan bibit singkong, dapat dilakukan dengan memotong batang singkong menjadi beberapa potongan dengan ukuran panjang sekitar 20cm. Batang singkong dapat dipotong lurus juga dapat dipotong miring.

Menanam Bibit
Bibit yang telah dipotong dapat langsung ditanam ke lahan pertanian, tanamlah bibit singkong dengan jarak 60 cm x 80cm (60cm jarak bibit dengan bibit yang lain : 80cm jarak antar lajur/kolom). dalam menanam bibit singkong yang harus diperhatikan adalah arah tunas, jangan sampai terbalik. Kita dapat melihat arah tunas di dekat buku-buku atau tonjolan bekas daun singkong yang lepas. Pada posisi tersebit dapat terlihat anak tunas (sering disebut mata). Pastikan anak tunas menghadap ke atas, agar tidak tumbuh terbalik.

Perawatan tanaman Singkong
Tanaman singkong harus dirawat untuk memperoleh ubi yang banyak dan berbobot, cara melakukan perawatan tanaman singkong dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan pada 3minggu-4minggu pertama atau setelah singkong sudah mengeluarkan tunas dengan memiliki daun sekitar 5-7 helai. Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia (Urue, TSP, KCl) dengan takaran disesuaikan dengan petunjuk yang tertera di karung pupuk.

Selain melakukan pemupukan, lakukan juga penyiangan atau membersihkan gulma dan rumput-rumput yang mengganggu. Lakukan penyulaman pada bibit yang tidak tumbuh dan ambruk.

Pemupukan juga bisa dilakukan pada bulan ke 5 dari penanaman agar ubi dapat lebih besar saat dipanen. Namun biasanya hanya menggunakan urea saja.

Pemanenan Singkong
Tanaman singkong pada umumnya dapat dipanen pada usia sekitar 7-8 bulan dari penanaman. Namun seiring dengan bertambahnya teknologi yang dapat menghasilkan varietas baru, ada singkong yang dapat dipanen pada bulan ke 5 dari penanaman.Ciri-ciri tanaman singkong siap dipanen adalah daun-daun sudah mulai sedikit karena rontok, ubi singkong sudah besar (dapat dilihat dengan menggali tanah pada bagian ubi).

Lakukan pemanenan dengan cara mencabut singkong secara manual, tanah yang gembur tadi tentunya akan sangat membantu mengurangi ubi singkong tertinggal saat dicabut. Singkong dapat dipanen secara serentak. Pisahkan ubi dari pohon dengan cara memotong dengan menggunakan parang/golok pada bagian pangkal ubi (jangan sampai terkena ubinya).

Setelah panen
Kumpulkan semua batang singkong yang tersisa untuk membersihkan lahan agar dapat ditanami kembali. batang ubi sisa ini dapat dijadikan bibit kembali untuk penanaman selanjutnya atau dapat dibakar pada lahan pertanian/kebun tersebut untuk menjadi pupuk.

Itulah beberapa cara melakukan penanaman singkong yang benar agar menghasilkan panen yang banyak, dan melakukan perawatan pada singkong. Pemilihan bibit yang baik akan sangat berpengaruh terhadap hasil panen.


Follow our instagram @algaleta and @chip_okk


Senin, 26 Oktober 2015

Ketela pohonubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae.Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.



Definisi
Perdu bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2–3 cm dan panjang 50–80 cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia.
Umbi ketela pohon merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionina.

Sejarah Budidaya dan Penyebarannya
Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa prasejarah di Brasil dan Paraguay, sejak kurang lebih 10 ribu tahun yang lalu. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua kultivar M. esculenta dapat dibudidayakan. Walaupun demikian, bukti-bukti arkeologis budidaya singkong justru banyak ditemukan di kebudayaan Indian Maya, tepatnya di Meksiko dan El Salvador.
Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 192 juta ton pada tahun 2004. Nigeria menempati urutan pertama dgn 52,4 juta ton, disusul Brasil dgn 25,4 juta ton. Indonesia menempati posisi ketiga dgn 24,1 juta ton, diikuti Thailand dgn 21,9 juta ton (FAO, 2004) Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

DI Hindia Belanda
Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 dari Brasil. Menurut Haryono Rinardi dalam Politik Singkong Zaman Kolonial, singkong masuk ke Indonesia dibawa oleh Portugis ke Maluku sekitar abad ke-16. Tanaman ini dapat dipanen sesuai kebutuhan. “Sifat itulah yang menyebabkan tanaman ubi kayu seringkali disebut sebagai gudang persediaan di bawah tanah,” tulis Haryono.
Butuh waktu lama singkong menyebar ke daerah lain, terutama ke Pulau Jawa. Diperkirakan singkong kali pertama diperkenalkan di suatu kabupaten di Jawa Timur pada 1852. “Bupatinya sebagai seorang pegawai negeri harus memberikan contoh dan bertindak sebagai pelopor. Kalau tidak, rakyat tidak akan mempercayainya sama sekali,” tulis Pieter Creutzberg dan J.T.M. van Laanen dalam Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia.
Namun hingga 1876, sebagaimana dicatat H.J. van Swieten, kontrolir di Trenggalek, dalam buku De Zoete Cassave (Jatropha janipha) yang terbit 1875, singkong kurang dikenal atau tidak ada sama sekali di beberapa bagian Pulau Jawa, tapi ditanam besar-besaran di bagian lain. “Bagaimanapun juga, singkong saat ini mempunyai arti yang lebih besar dalam susunan makanan penduduk dibandingkan dengan setengah abad yang lalu,” tulisnya, sebagaimana dikutip Creutzberg dan van Laanen. Sampai sekitar tahun 1875, konsumsi singkong di Jawa masih rendah. Baru pada permulaan abad ke-20, konsumsinya meningkat pesat. Pembudidayaannya juga meluas. Terlebih rakyat diminta memperluas tanaman singkong mereka.
Peningkatan penanaman singkong sejalan dengan pertumbuhan penduduk Pulau Jawa yang pesat. Ditambah lagi produksi padi tertinggal di belakang pertumbuhan penduduk. “Singkong khususnya menjadi sumber pangan tambahan yang disukai,” tulis Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia V. Hingga saat ini, singkong telah menjadi salah satu bahan pangan yang utama, tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia. Di Indonesia, singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi-padian dan jagung.
Hindia Belanda pernah menjadi salah satu pengekspor dan penghasil tepung tapioka terbesar di dunia. Di Jawa banyak sekali didirikan pabrik2 pengolahan singkong untuk dijadikan tepung tapioka. Seperti dalam buku Handbook of the Netherlands East Indies, pada tahun1928 tercatat 21,9% produksi tapioka diekspor ke Amerika Serikat, 16,7% ke Inggris, 8,4% ke Jepang, lalu 7% dikirim ke Belanda, Jerman, Belgia, Denmark dan Norwegia. Biasanya tepung olahan singkong tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku lem dan permen karet, industri tekstil dan furniture.
Singkong adalah nama lokal di kawasan Jawa Barat untuk tanaman ini. Nama "ubi kayu" dan "ketela pohon" dipakai dalam bahasa Melayu secara luas. Nama "ketela" secara etimologi berasal dari kata dalam bahasa Portugis "castilla" (dibaca "kastiya"), karena tanaman ini dibawa oleh orang Portugis dan Castilla (Spanyol).

Pengolahan
Umbi singkong dapat dimakan mentah. Kandungan utamanya adalah pati dengan sedikit glukosa
sehingga rasanya sedikit manis. Pada keadaan tertentu, terutama bila teroksidasi, akan terbentuk
glukosida racun yang selanjutnya membentuk asam sianida (HCN). Sianida ini akan memberikan rasa pahit. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar racun. Dari pati umbi ini dibuat tepung tapioka (kanji).

Penggunaan

Dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan. Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, baik untuk pengidap alergi. Singkong dapat pula diolah menjadi makanan ringan / cemilan yaitu menjadi keripik singkong. Keripik singkong pun banyak inovasinya, baca juga : keripik singkong berlapis cokelat

Kadar Gizi
Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:
  • Kalori 121 kal
  • Air 62,50 gram
  • Fosfor 40,00 gram
  • Karbohidrat 34,00 gram
  • Kalsium 33,00 miligram
  • Vitamin C 30,00 miligram
  • Protein 1,20 gram
  • Besi 0,70 miligram
  • Lemak 0,30 gram
  • Vitamin B1 0,01 miligram
Sedangkan daun singkong yang banyak dijadikan sayuran pada masakan Sunda dan masakan Padang memiliki nutrisi sebagia berikut :
NutrisiSatuanKadar
Proteingram6.8
Kalsiummg165
Fosformg54
Besimg2.0
Vitamin AIU11000
Vitamin Cmg275

Singkong vs Keju
Kenapa singkong selalu dihubungkan dengan keju untuk membandingkan antara orang miskin dan orang kaya, rakyat jelata dan priyayi dll?
Diperkirakan saat masuknya singkong dibawa oleh orang Portugis bersamaan juga dengan diperkenalkannya makanan keju. Keju berasal dari bahasa portugis Queijo. Dan ketika Belanda berkuasa, semakin dikenalkanlah makanan ini. Ketika banyak rakyat pribumi dengan mudah menanam dan mengolah singkong menjadi bahan makanan, keju "pemasaran"nya dibatasi agar tidak sembarang orang bisa membuat dan mengolah keju, keju pun hanya beredar di kalangan2 tertentu saja, umumnya orang Belanda dan Eropa lainnya, serta kaum pribumi terpandang (jutawan, bangsawan).
Menurut Creutzberg dan van Laanen, meski nilai singkong sebagai makanan kurang dibandingkan beras atau jagung, ia tetap digunakan untuk menggantikan beras di berbagai bagian Jawa Tengah pada masa paceklik sebelum panen atau saat panen gagal.
Namun, menurut Marwati dan Nugroho, karena dipandang lebih rendah daripada padi sebagai bahan pangan pokok, singkong memiliki reputasi buruk di kalangan pakar ekonomi pertanian. Kandungan proteinnya lebih rendah daripada padi dan peningkatan konsumsi per kapitanya biasanya dipandang sebagai tanda kemiskinan. Kendati demikian, peralihan ke singkong menjadi bukti bagi dinamika pertanian tanaman pangan Pulau Jawa pada masa akhir kolonial.



Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!